Seminar Bimbingan dan Konseling 2019

Seminar Bimbingan dan Konseling “Human Potential : Ther Power of Developmental

  1. Pematerian Sesi 1

Narasumber     : Dr. Mamat Supriatna, M.Pd.

Materi              : Kontribusi Bimbingan dan Konseling di Era Disrupsi

Rangkuman Materi :

Disrupsi merupakan masa kekacauan akibat perubahan yang sangat cepat dalam dimensi kehidupan. Terdapat enam ciri pada masyarakat era disrupsi

  1. Revolusi digital yang semakin luar biasa yang mengubah sendi-sendi kehidupan
  2. Integrasi belahan2 dunia yang semakin intensif : karena sebelumnya terjadi globalisasi
  3. Pendataran dunia sebagai akibat berbagai perubahan mendasar dimensi-dimensi kehidupan manusia terutama akibat mengglobalnya negara, korporasi, dan individu.
  4. Sangat cepat perubahan dunia yang mengakibatkan dunia tampak berlari tunggang langgang, ruang tampak menyempit, waktu terasa ringkas, dan keusangan segala sesuatu cepat terjadi
  5. Semakin tumbuhnya masyarakat padat pengetahuan, masyarakat informasi, dan masyarakat jaringan

Tantangan pascaglobal diperkirakan terjadi perbenturan antarbudaya, seperti yang kemudian berlangsung setelah peristiwa 11 september (pengeboman menara WTC di New York). Banyak kalangan menafsirkan menumpas terorisme sebagai perbenturan kebudayaan Barat dan Timur.

Skenario pelemahan NKRI oleh kekuatan global : politik, ekonomi, agama ras suku bahasa (melalui media sosial). Agama, ras, suku, dan bahasa menjadi pemicu konflik, mulai dari media sosial, di indonesia yang memiliki banyak bahasa sebuah sebutan banyak tafsirannya.

Potret saat ini : kemiskinan, korupsi, narkoba, tawuran, free sex, aborsi, anarkis, kriminalitas. Ini merupakan fenomena bangsa. Bimbingan dan  konseling harus kuat dalam segala hal.

Dampak industri 4.0 pada sektor industri di Indonesia

Top 3 Sectors with High Risk Automitation : perdagangan Ritel dan Gresir, Buruh Konstruksi, Hotel dan Restoran

Top 3 Sectors with Medium Risk Automitation Pertambangan, transportasi dan penyimpanan, aktivitas rumah tangga

Top 3 Sectors with Low Risk Automitation Edukasi dan pengembangan, kesehatan dan kegiatan sosial, kesenian hiburan dan rekreasi.

Hampir 2/3 yang tertera di internet adalah sampah artinya sumber nya tidak jelas, harus hati-hati.

Arti pendidikan : UU RI No. 20 tahun 2003

Setiap individu memiliki Otak spiritual, otak emosional, dan otak rasional. Hati berada pada otak emosional. .

Gerakan revolusi mental : ada 5 nilai utama

  1. Religius : mencermikan sikap iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Habluminannas, habluminallah.
  2. Nasionalis : cara berpikir, bersikap, dan berbuat
  3. Mandiri : sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain. psikologi diferensial (setiap individu itu berbeda meskipun kembar identik sekalipun)
  4. Gotong royong : ciri khas masyarakat Indonesia
  5. Integritas : pertanggungjawaban

Peran BK dalam Pengembangan Nilai – Nilai Karakter

Olah Hati

Olah Raga

Olah Pikir

Olah Karsa

 

BK Kreatif

Logos                  ->  Etos                     ->  Patos

Pengenalan nilai –  Penyerapan nilai –  Penerapan Nilai

 

Pengetahuan                Penghayatan                Pengamalan

 

Sesi Diskusi

  1. Sikap spiritual dan sosial dalam penilaian raport, indikatornya seperti apa?
  2. Aspek spiritual ada sisi positif dan negatif. Ketergantungan anak dengan gadget, guru pun sama memperlihatkan ketergantungan pada gadget. Sikap apa yang harus diambil sbg guru BK untuk menyikapi perubahan pada diri anak?
  • Harus mengubah pola pikir dan pola kerja. Berangkat dari diri sendiri. Cara merubah diri siswa kearah yang baik adalah bagaimana cara mengembangkan potensi nya.
  1. Apa yang harus dilakukan supaya anak menyerap sikap yang baik dari para guru nya?
  • Harus memahami aturan yang berlaku di rumah BK. Tidak harus mengurusi orang lain dulu, sesuaikan dengan aturan dalam rumah BK.

 

  1. Pematerian Sesi 2
  2. Optimisme Belajar Remaja ( M. Dendi )

Seseorang yang memiliki rasa pesimis selalu memiliki harapan yang negatif. Sekitar 14 juta orang diusia remaja mengalami gangguan mental. Konsep optimisme Belajar : bagaimana cara berpikir seseorang ketika menghadapi suatu masalah. Optimisme merupakan pemikiran positif tentang proses belajar, yang disertai dengan ekspektasi yang baik dan memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya mampu ewujudkan tujuan belajar yang diinginkan dan memandang peristiwa buruk selama proses belajar sebagai tantangan sehingga memacu untuk berusaha lebih keras.

Aspek-aspek optimisme :

  1. Permanence
  2. Pervasiveness
  3. Personalization

Faktor-faktor optimisme : dukungan sosial, kepercayaan diri, harga diri, dan akumulasi pengalaman.

Perlu adanya treatment untuk individu yang pesimis. CBT merupakan salah satu teknik nya.

  1. Academic Hardiness Remaja (Siti Novia Lestari)

Peserta didik pasti mengalami fase kesulitan, mengalami stres, depresi, dan kesulitan lainnya. Academic hardiness bepengaruh 40,45 %. Gabungan dua teori, teori kepribadian dan teori akademik. Tiga aspek : challenge, control, dan communication. Suatu kepribadian peserta didik yang memiliki daya tahan dan kekuatan………

Faktor yang mempengaruhi : dukungan sosial, lingkungan keluarga, jenis kelamin, pengelolaan emosi, perbedaam strategi koping, dan tingkat kecemasan dan depresi.

Treatment : konseling realitas, mulai dari sekolah, keluarga, guru BK, dan teman sebaya.

  1. Psychological resilience remaja yang melakukan tindakan self-cutting ( Garin )

Psychological resilience : kapasitas individu untuk menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Dalam prosesnya terdapat faktor resiko vs faktor pelindung.

Konsep cutting berkaitan dengan psychological resilience :

Low resilience vs cutting

Hasil penelitian : dari 30 orang, 4 orang self-cutting mereka mendapatkan skor 90, 90, 81,88. Dan tidak terdapat siswa yang memiliki psychological resilience. Hasil tersebut menunjukkan kemungkinan adanya aspek lain yang memiliki pengaruh lebih besar bagi individu untuk melakukan self-cutting dari psychological resilience.

Treatment : dalam treatment untuk meningkatkan psychological resilience diperlukan usaha dari setiap pihak seperti : keluarga, sekolah, lingkungan pertemanan, dan peserta didik itu sendiri. Treatment khusus : REBT dengan teknik imagery, dan pendekatan humanistik dengan metode Positive Family Therapy. Treatment lainnya butterfly project.

 

Sesi diskusi

  1. Konformitas berpengaruh?
  • Siswa yang mengalami self-cutting adalah siswa yang bicara sendiri ke guru BK. Gender berpengaruh terhadap self-cutting.
  1. Tanggapan peserta : kesimpulan nya masih common sense.

Pembanding (Dr.Ipah Saripah, M.Pd) :

Remaja merupakan individu yang akan mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Remaja sebagai peserta didik untuk bisa mengoptimalkan potensinya, memerlukan dukungan dari sekolah, pertemanan, dan yang paling utama adalah keluarga.

 

  1. Pematerian Sesi 3
  2. Self awareness siswa gifted (Rahmi)

Hasil penelitian : self awareness, self management, ……….

Pemahaman siswa gifted belum merata di kalangan pimpinan dan guru di CGS

Upaya bimbingan konseling : berkolaborasi dengan pihai2 yang lebih kompeten, melibatkan siswa dalam aktivitas sosial dengan populasi yang lebih banyak dan heterogen.

  1. Kecenderungan locus of control pada siswa atlet (Endah)

Locus of control : internal dan eksternal. Siswa yang memiliki locus of control yang baik, ia berprestasi dan mandiri. Locus of control adalah ekspetasi umum yang merujuk pada keyakinan mengenai dapat atau tidak seseorang dalam mengontrol hidup mereka. siswa atlet merupakan gambaran untuk seorang peserta dalam olahraga kompetitif yang terorganisir yang di sponsoori oleh lembaga pendidikan dimana ia terdaftar.

Hasil penelitian :kategori rendah 8, tinggi 18. Yang memiliki LOC Internal sebesar 67,39%.

  1. Profil quarterlife crisis pada mahasiswa tingkat akhir (Amelya N)

quarterlife crisis tidak harus berjalan dalam sebuah krisis, melainkan menjadi masa2 yang menyenangkan. Fase ini di usia 20 an. Dampak nya akan membuat mahasiswa terhambat dalam memenuhi tugas perkembangannya. Tanda2 quarter lif crisis, individu mempertanyakan, ia ada di usia dewasa namun merasa tidak seperti orang dewasa.

Hasil : menemukan bahwa mahasiswa berada pada kategori Sedang 18, tinggi 3, dan rendah 2. Gambaran umum sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang.

 

Sesi Diskusi :

  1. Tanggapan peserta seminar : Sholat merupakan treatment yang unggul. Dengan sholat akan mampu mendorong anak2 kita untuk menjadi pribadi yg baik.

Pembanding (Dr. Eka Sakti Yuda,M.Pd.) :

Saat ini masalahnya adalah bagaimana guru BK mampu mengidentifikasi siswa-siswa yang inklusi. Pada saat apa bapak/ibu sekalian melakukan referal? Referal ini dilakukan ketika memang permasalahan individu sudah bukan ranahnya kita lagi (guru BK). Guru BK harus memiliki skill supaya bisa membedakan, dengan kata lain mengidentifikasi masalah peserta didik yang masuk ke ranah penanganan guru BK.

 

Dokumentasi Kegiatan:

 

Materi Seminar:

Unduh